PendaftaranOnline. Tanggal : Setiap Hari. Waktu : Pukul 09.00 sd 15.00 wib. Tempat : Jl. Habib, Desa Babakanjaya, Parungkuda, Sukabumi, Telp. 0266-734576. Kontak Person : 0857-9511-2262 (Bpk Asep), 0813-2390-7559 (Bpk Abdul Rahman) Email : pmb.alkausar@alkausar.sch.id. Tes Seleksi :
PsantrenTahfidz Alkautsar 561 Cineam Rajadatu, Tasikmalaya, West Java, Indonesia 46198
AlKautsarnews, Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Tim 2 melanjutkan semi final 1 Lomba Cerdas Qur'an Tingkat SMA/SMK/MA. 02/08/2022 10:12 WIB - Administrator. PONPES AL KAUTSAR MUHAMMADIYAH HARAU GELAR PENGUKUHAN UNSUR PIMPINAN BADAN PENGELOLAAN HARIAN PERIODE 2022-2024.
YayasanAl Kautsar 561 telah berhasil mengantarkan pendidikan menjelang 3 (tiga) tahun terakhir di tingkat SMP dengan berbagai prestasi gemilang baik dibidang akademik maupun non akademik. Sekolah yang telah meraih predikat Unggul ( Terakreditasi A) telah mensejajarkan diri dengan Sekolah Boarding Unggulan di Wilayah Jawa Barat.
PondokPesantren Al-Kautsar merupakan Pondok Pesantren Gratis untuk Yatim Piatu dan Dhuafa yang terletak di Kaki Gunung Cikuray Garut Jawa Barat tepatnya di kp.Waas Tonggoh RT.03/RW.05 Desa Sukahati Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.
Ratusan santri Pesantren Al Kautsar 561, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil Swab tes beberapa hari lalu tersebut tengah menjalani isolasi di pondok pesantren. Satgas COVID-19 mengapresiasi pondok pesantren yang sudah mengambil langkah-langkah sesuai dengan prosedur yang
PESANTRENMODERN AL-KAUTSAR AL-AKBAR. Jl.Pelajar Timur No. 246, Medan 20228 Sumatera Utara - Indonesia. (061) 7344382. 0852-1143-5159. 0813-6201-5291. pesantrenalkautsarmedan@gmail.com.
guyE. TASIKMALAYA, - Kasus Covid-19 di klaster pesantren Al-Kautsar 56, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya masih mengalami kenaikan. Hingga Kamis 4/2/2021 jumlah santri dan staf di pesantren tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya mencapai 180 kasus. Semula kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 102 orang. Pimpinan pesantren Al-Kautsar 561 Rifq fauzi mengatakan, saat ini santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani karantina sebanyak 60 orang. Jumlah tersebut mungkin akan berubah seiring dengan sudah ada yang selesai masa karantinanya dan diperbolehkan pulang oleh gugus tugas. "Kalau total santri sekira 500 orang. Namun, saat ini ada sekira 100 orang. Mereka dipisahkan antara yang positif dan negatif," ujar Rifqi, Kamis 4/2/2021. Menurutnya, Santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 ditempatkan di gedung yang diberi tanda merah, dan yang negatif menempati gedung dengan tanda hijau. "Jadi kami berikan zonasi di pesantren agar yang positif tidak menularkan ke yang negatif," ucapnya. Ia menuturkan, sebagian santrinya yang positif memang sudah ada yang pulang karena ditarik pulang orang tuanya. Kendati demikian, santri yang pulang diwajibkan untuk melakukan swab mandiri dan hasilnya dilaporkan ke pihak pesantren dan ke gugus tugas di tempatnya masing-masing. "kami syaratkan untuk langsung melakukan swab hari itu juga secara mandiri, supaya ketahuan santri yang pulang itu positif atau negatif," tuturnya. Ia menjelaskan, bahwa santri yang pulang positif itu pada dasarnya pada awal ada kejadian kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Orang tua santri mau narik pulang anaknya. Artinya bukan dipulangkan setelah hasil positif di sini, tapi hasil Swab PCR mandiri. Jadi waktu pulang belum diketahui positif atau negatifnya. "Jadi kami tidak sembarang memulangkan seandainya santri mau ditarik pulang orang tuanya. Yang menjemputnya juga harus melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Misalnya di dalam mobil itu harus satu orang dan mengenakan masker double," tandasnya. Ia menambahkan, alasan para orang tua menarik anaknya dari pesantren mungkin karena yang di karantina di sini banyak, sehingga khawatir yang negatif tertular dan tinggal di rumah mungkin akan lebih aman. "Sebelum diizinkan pulang, mereka juga menanda tangani surat perjanjian dan bila terjadi hal yang tidak diinginkan tidak menyalahkan kami maupun gugus tugas di sini," ungkapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi para santri yang masih menjalani isolasi di pesantren. "Seluruh penghuni di pesantren telah menjalani tes swab. Kini tinggal pemantauan yang masih menjalani isolasi. Kalau yang negatif sebagian sudah dipulangkan," ujar Atang. Ia menyebut, klaster pesantren ini sudah terjadi kali kesekiannya di Tasikmalaya, sehingga perlu peningkatan pencegahannya.
– Santri Pesantren Al Kautsar di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami penambahan. Per Kamis 04/02/2021 kemarin, 180 santri dan staf di pesantren itu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan 60 santri yang positif masih menjalani isolasi di lingkungan pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Al Kautsar, Ustad Rifqi Fauzi mengatakan, santri yang menjalani isolasi di pesantren telah ditempatkan di satu gedung khusus. “Seluruh santri yang menjalani isolasi di pesantren disebut bertatus tanpa gejala.” “Hanya ada dua orang mengalami sesak. Itu juga sudah dirujuk ke rumah sakit,” katanya, Jumat 05/02/2021. Rifqi menjelaskan, kasus Covid-19 diketahui di pesantrennya pada awal Januari 2021. Saat itu terdapat tiga orang santri yang mengalami gejala hilangnya indra penciuman mereka. Lalu melakukan tes swab dan dinyatakan terkonfirmasi positif. Ia mengaku tak mengetahui secara pasti sumber awal terkonfirmasinya tiga santri itu. Para santri itu telah dipisahkan antara yang positif dan negatif. Pihaknya juga tidak membiarkan santri pulang ke rumahnya ketika libur dan orang tua tidak boleh menjenguk. “Mungkin karena lingkungan di sini kasus juga sedang tinggi dan terkena imbasnya,” kata dia. Setelah ada santri yang diketahui positif, pihak pesantren kemudian memberi tahu kondisi itu kepada orang tua. Terdapat sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi orang tua santri yang hendak menjemput anaknya. Sebab, kondisi mereka belum bisa dipastikan positif atau negatif. “Kita buat kebijakan, santri yang akan dibawa pulang itu harus dites swab secara mandiri hari itu juga.” “Kalau positif, mereka juga harus lapor ke satgas di wilayah setempat,” kata Rifqi. Setelah itu keluarga santri juga harus menandatangi surat perjanjian apa saja yang harus dilakukan. “Karena kami kan tak mau menyebarkan virus ini ke yang lain,” katanya. Ia menambahkan, saat ini masih ada lebih dari 100 santri yang tinggal di pesantren. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka para santri di pesantren itu dihentikan sementara. Seluruh pembelajaran dilakukan secara daring. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan kondisi santri di pesantren. Seluruh penghuni di lingkungan pesantren itu telah menjalani tes swab. Kini, tinggal pemantauan kepada santri yang masih menjalani isolasi. “Masih ada sebagian yang isolasi. Sementara yang negatif sudah dipulangkan sebagian,” katanya. Satuan Tugas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya juga telah melakukan pengecekan kondisi santri terkonfirmasi positif yang menjalani isolasi di lingkungan pesantren. “Dari pemantauan, kalau mau dibilang ideal memang belum. Namun sudah cukup tertib kalau dinilai dari kondisi yang ada.” “Karena sudah ada pemisahan antara yang positif dan negatif. Secara umum penanganan sudah baik,” kata Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf Ary Sutrisno. ***
pesantren al kautsar tasikmalaya